Assalamu'alaikum ! welcome to Media Pendidikan.| Contact | Register | Sign In
Showing posts with label Teknik Sipil. Show all posts
Showing posts with label Teknik Sipil. Show all posts

Membuat Pohon Untuk Asesories Maket

Pohon dengan Skala Tertentu

Maket yang dibuat dilengkapi dengan taman sehingga akan lebih hidup/lebih realistis.Berikut Alat dan bahan yang digunakan untuk membuat maket pohon

Bahan
1. Kabel serabut
2. Bahan Daun dari Serbuk Gergaji yang telah diberi pewarna hijau daun
3. Lem Kayu
4. Cat Semprot
5. Solder
6. Kawat Solder 
7. Penguat Pohon (hairspray/clear pilox)

Alat:
Cutter, Tang, Pinset, & Kuas

Langkah-langkahnya:

  1. Potong kabel dengan ukuran sesuai yang diinginkan, misalnya 10 cm. 
  2. Sayat pembungkus kabel keluarkan isinya. 
  3. Satukan kawat serabut isi kabel tadi dengan cara dililit kemudian solder salah satu bagian ujungnya. 
  4. Ujung kawat yang tidak di solder kemudian di bagi menjadi beberapa bagian tergantung berapa banyak cabang pohon yang diinginkan. 
  5. Potong bagian ujung batang bila terlalu panjang Setelah jadi. 
  6. Kemudian kita somprot dengan cat semprot.
  7. Pertama dengan warna abu-abu kemudian dengan warna batang pohon. 
  8. Misalnya coklat tua. 
  9. Beri lem di tiap ujung batang Taburkan bahan pohon, tancapkan ujung bawahnya ke tempat pengeringan (streofoam) Setelah kering, beri hairspray atau pilox clear agar pohon tidak rontok dan memberi kesan glossy.

Read More »
10:34 | 0 komentar

Coating Pada Batu Alam


Batu alam biasanya memiliki karakteristik yang berpori yang memberikan potensi besar untuk tumbuh dan berkembangnya lumut dan lain sebagainya. Terlebih jika lingkungan rumah anda lembab dan sering terkena air. Untuk melindungi akan hal tersebut maka di perlukan cat khusus untuk batu alam. proses coating/pelapisan terhadap suatu material yang berfungsi untuk melindungi benda tersebut dari proses karat/lumut. 
Macam-macam Coating: 
1.NATURAL 
Coating natural dikhususkan untuk jenis batu berwarna putih, cream atau motif serat contoh batu paras jogja atau palimanan dikarenakan jenis coating tersebut berjenis natural maka tidak menimbulkan perubahan jenis warna pada warna batu tersebut tetapi dapat melapisi dari serangan lumut , debu, air dan kotoran jenis lain nya sehingga mudah dibersihkan, jadi hasilnya tetap natural seperti warna batu aslinya. 
2.CANDI (HITAM) 
Jenis coating ini tentu di khusus kan untuk jenis batu candi yang cenderung berwarna hitam dan berpori, kegunaanya adalah meningkatkan warna hitam pada batu candi tanpa mengurangi kesan alami dari batu tersebut. sangat cocok diaplikasikan pada batu candi, tapi saat ini coating batu candi dapat juga di aplikasikan untuk batu andesit agar supaya warna batu andesit jadi lebih hitam pekat, tapi kembali ke selera pemakai untuk kebutuhan warna yang diperlukan.
3.GLOSS
Coating jenis gloss adalah coating yang berjenis bening dan memberi kesan hasil kilap pada permukaan batu alam, coating jenis ini banyak dipergunakan untuk melapisi berbagai jenis batu alam seperti batu andesit, palimanan, fosil,sukabumi, templek dll. dan hampir semua jenis batu alam menggunakan jenis coating ini
4.COATING ANDESIT
Jenis coating ini biasanya di khususkan untuk batu jenis andesit , hasil finishing nya hampir sama dengan coating gloss cuman ada perbedaan dari warna nya yaitu agak gelap atau hitam jadi hasil finishingnya adalah basah mengkilap tapi agak gelap atau jenis warna batu jadi lebih tua dari warna batu aslinya. 
5.DOFF 
Jenis coating ini untuk jenis andesit, warna finishingya yaitu basah tapi tidak mengkilat ,warna yang dihasilkan seperti warna batu aslinya tidak ada perubahan warna yang signifikan memakai jenis coating ini. 

Pelatihan Coating Batu Alam

CARA PEMAKAIAN :
1.Bersihkan batu dari sisa semen, debu, minyak, cat atau kotoran lainya supaya coating dapat meresap dan menempel sempurna pada permukaan batu alam.
2.pastikan cuaca panas atau tidak hujan dan batu kering dari air sisa pembersihan tadi dan harus benar-benar kering.
3.lapiskan/cat kan coating batu alam pada batu memakai kuas atau bisa juga di semprot pakai kompresor untuk hasil yang lebih sempurna.
4.setelah pelapis pertama kering (15-20menit) dapat dilakukan pelapisan berikutnya bila di inginkan, tetapi satu lapis juga sudah bagus ,penggunaan lapisan ke 2 bila menginginkan hasil yang lebih maksimal. pastikan seluruh batu dilapisi dengan merata supaya tidak terlihat belang hasilnya.
5. daya sebar 1kaleng/1liter coting bisa melapisi 5-8 mtr2 tergantung jenis batu dan porositas batu, biasnya untuk batu candi penggunaan lebih boros karena jenis batu tersebut mempunyai pori-pori yang banyak dan lebar.


Read More »
08:36 | 2 komentar

Elemen-Elemen Struktur Pada Bangunan

Sumber Gambar :http://d4v1d.net/jenis-konstruksi-bangunan-struktur-beton/
Bangunan atau gedung tersusun dari beberapa elemen, elemen horizontal dan vertikal terutama adalah berkaitan dengan stuktur. Terkait dengan stuktur terdapat beberapa elemen utama yaitu:
a) Balok dan Kolom 
Sumber Gambar : http://www.hdesignideas.com

Struktur yang dibentuk dengan cara meletakkan elemen kaku horisontal di atas elemen kaku vertikal. Elemen horisontal (balok) memikul beban yang bekerja secara transversal dari panjangnya dan menyalurkan beban tersebut ke elemen vertikal (kolom) yang menumpunya. Kolom dibebani secara aksial oleh balok, dan akan menyalurkan beban tersebut ke tanah. Balok akan melentur sebagai akibat dari beban yang bekerja secara transversal, sehingga balok sering disebut memikul beban secara melentur. Kolom tidak melentur ataupun melendut karena pada umumnya mengalami gaya aksial saja. Pada suatu bangunan struktur balok dapat merupakan balok tunggal di atas tumpuan sederhana ataupun balok menerus. Pada umumnya balok menerus merupakan struktur yang lebih menguntungkan dibanding balok bentangan tunggal di atas dua tumpuan sederhana. 
b) Rangka 
Struktur rangka secara sederhana sama dengan jenis balok-tiang (post-and-beam), tetapi dengan aksi struktural yang berbeda karena adanya titik hubung kaku antar elemen vertikal dan elemen horisontalnya. Kekakuan titik hubung ini memberi kestabilan terhadap gaya lateral. Pada sistem rangka ini, balok maupun kolom akan melentur sebagai akibat adanya aksi beban pada struktur. Pada struktur rangka panjang setiap elemen terbatas, sehingga biasanya akan dibuat dengan pola berulang. 
c) Rangka Batang 
Rangka batang (trusses) adalah struktur yang dibuat dengan menyusun elemen linier berbentuk batang-batang yang relatif pendek dan lurus menjadi pola-pola segitiga. Rangka batang yang terdiri atas elemenelemen diskrit akan melendut secara keseluruhan apabila mengalami pembebanan seperti halnya balok yang terbebani transversal. Setiap elemen batangnya tidak melentur tetapi hanya akan mengalami gaya tarik atau tekan saja. 
d) Dinding dan Plat 
Pelat datar dan dinding adalah struktur kaku pembentuk permukaan.Suatu dinding pemikul beban dapat memikul beban baik beban yang bekerja dalam arah vertikal maupun beban lateral seperti beban angin maupun gempa. Jika struktur dinding terbuat dari susunan material kecil seperti bata, maka kekuatan terhadap beban dalam arah tegak lurus menjadi sangat terbatas. Struktur pelat datar digunakan secara horisontal dan memikul beban sebagai lentur dan meneruskannya ke tumpuan. Struktur pelat dapat terbuat dari beton bertulang ataupun baja. Pelat horisontal dapat dibuat dengan pola susunan elemen garis yang kaku dan pendek, dan bentuk segitiga tiga dimensi digunakan untuk memperoleh kekakuan yang lebih baik. Struktur pelat dapat berupa pelat lipat (folded plate) yang merupakan pelat kaku, sempit, panjang, yang digabungkan di sepanjang sisi panjangnya dan digunakan dengan bentang horizontal.

Klik Disini untuk Lihat RPP

Evaluasi:


Read More »
09:22 | 0 komentar

Perencanaan MomS and Baby Spa


Moms And Baby Spa sebuah istilah yang sedang ngetren akhir-akhir ini. Kalau jaman dulu dikenal dengan istilah dukun bayi urut...hehe kira-kira begitu.

Moms And Baby Spa

Sebuah tempat yang dikhususkan untuk merawat ibu dan bayi pra persalinan maupun pasca persalinan. Ini sebuah proyek penuh optimisme dari siempunya proyek (owner) seorang dosen dan wanita karier, Ibu Asrinah, S.Si, M.Keb.
Ruangan yang dibutuhkan adalah sebuah tempat untuk tindakan, front office, ruangan tempat tumbuh kembang dan kolam renang baby..Paling depan sebuah toko yang melayani kebutuhan Ibu dan anak.




Asrinah Moms and Baby Spa



Read More »
17:16 | 0 komentar

Tumpuan Sendi



Bentuk perletakan sendi pada suatu struktur jembatan, yang bertugas untuk menyangga sebagian dari jembatan (Gambar 4.3). Karena struktur harus stabil, maka perletakan sendi tidak boleh turun jika kena beban dari atas, oleh karena itu sendi tersebut harus mempunyai reaksi vertikal (RY). Selain itu perletakan sendi tidak boleh bergeser horizontal.
Oleh karena itu perletakan sendi harus Gambar 4.3. Skema perletakan Sendi mempunyai reaksi horizontal (RX), sendi tersebut bisa berputar jika diberi beban momen. Jadi sendi tidak punya reaksi momen.
Simbol tumpuan sendi :


Dapat disimpulkan bahwa pada tumpuan sendi bekerja dua gaya yaitu Gaya Vertikal dan Gaya Horizontal.



Read More »
08:06 | 0 komentar

Struktur Gedung 2 Lantai Untuk Sekolah

Gedung sekolah merupakan tempat untuk melakukan kegiatan belajar mengajar ataupun kegiatan yang menyangkut tentang pendidikan, dapat juga digunakan untuk gedung pertemuan atau tempat rapat antar pengurus.
Salah satu faktor yang paling berpengaruh dalam perencanaan struktur bangunan bertingkat tinggi adalah kekuatan struktur bangunan, dimana faktor ini sangat terkait dengan keamanan dan ketahanan bangunan dalam menahan dan menampung beban yang bekerja pada struktur. Indonesia termasuk negara rawan dilanda gempa karena terletak dipertemuan Cirkum Pasifik dan Tran Asiatik.
Indonesia termasuk pada wilayah gempa yang rawan terhadap gempa, merupakan daerah cukup besar kemungkinan terjadinya gempa maka untuk itulah dalam perencanaan gedung bertingkat tinggi ini harus direncanakan dan didesain dengan matang agar dapat digunakan sebaik-baiknya, nyaman dan aman terhadap bahaya gempa bagi pemakai.
Berdasarkan Pasal 1.3 SNI-1726-2002 menjelaskan bahwa struktur gedung yang ketahanan gempanya direncanakan sehingga dapat berfungsi :
1) Menghindari terjadinya korban jiwa manusia oleh runtuhnya gedung akibat gempa yang kuat.
2) Membatasi kerusakan gedung akibat gempa ringan sampai sedang, sehingga masih dapat diperbaiki.
3) Membatasi ketidaknyamanan penghunian bagi penghuni gedung ketika terjadi gempa ringan sampai sedang.
4) empertahankan setiap saat layanan vital dari fungsi gedung.

Read More »
07:35 | 0 komentar

Resultante Gaya Dan Aplikasi

Pada ilmu aplikasi seperti ilmu yang dipelajari oleh para insinyur Sipil, Arsitek dan Mekanik pasti akan berhubungan dengan Gaya.
Memhami tentang gaya adalah sesuatu yang menyebabkan benda itu bergerak atau diam.
Gaya di lambangkan dengan huruf P atau F. dan sibimbolkan/gambar dengan tanda panah.




Apabila ada 2 buah gaya atau lebih bekerja pada sebuah benda maka dapat dilakukan penggabungan gaya-gaya, yang disebut dengan resultan gaya.

Nilai Resultante:




Read More »
16:07 | 0 komentar

Perbedaan antara Beban Dinamik dan Beban Statik



Beban Statik :
 Adalah beban tetap, baik besarnya (intensitasnya), titik bekerjanya dan arah garis kerjanya tetap.

Beban Dinamik :

  1. Beban yang besarnya ( intensitasnya ) berubah-ubah menurut waktu, sehingga dapat dikatakan besarnya beban merupakan fungsi waktu. 
  2. Bekerja hanya untuk rentang waktu tertentu saja, akan tetapi walaupun hanya bekerja sesaat akibat yang ditimbulkan dapat merusakkan struktur bangunan, oleh karena itu beban ini harus diperhitungkan didalam merencanakan struktur bangunan. 
  3. Beban dinamik dapat menyebabkan timbulnya gaya inersia pada pusat massa yang arahnya berlawanan dengan arah gerakan. Contoh gaya inersia yang paling sederhana adalah tumpukan kotak pada bak belakang truk akan terguling kedepan bila truk direm mendadak, dan akan terguling kebelakang bila truk dengan mendadak dijalankan. 
  4. Beban dinamis lebih kompleks dari pada beban statis, baik jika ditinjau dari bentuk fungsi bebannya maupun akibat yang ditimbulkan. 
  5. Karena beban dinamik adalah fungsi dari waktu, maka pengaruhnya terhadap struktur juga akan berubah-ubah.menurut waktu. Oleh karena itu penyelesaian persoalan dinamik harus dilakukan secara berulang-ulang mengikuti sejarah pembebanan yang ada. Jika penyelesaian problem statik bersifat tunggal (single solution ), maka dalam penyelesaian problem dinamik bersifat penyelesaian berulangulang ( multiple solution ). 
  6. Karena beban dinamik menimbulkan repons yang berubah-ubah menurut waktu, maka struktur yang bersangkutan akan ikut bergetar. Pada saat bergetar bahan dari struktur akan melakukan resistensi/perlawanan terhadap getaran/gerakan, dan pada umumnya dikatakan bahan yang bersangkutan mempunyai kemampuan untuk meredam getaran. Dengan demikian pada pembebanan dinamik akan terdapat peristiwa redaman yang hal ini tidak terdapat pada pembebanan statik.

Read More »
15:52 | 0 komentar

Pembebanan Pada Struktur Akibat Beban Dinamis

Gerakan pada struktur yang juga berkaitan dengan deformasi.Kecepatan dan percepatan aktual struktur yang memikul beban dinamis dapat dirasakan oleh pemakai bangunan, dan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Pada struktur bangunan tinggi terdapat gerakan struktur akibat beban angin. Untuk itu diperlukan kriteria mengenai batas kecepatan dan percepatan yang diizinkan. Kontrol akan tercapai melalui manipulasi kekakuan struktur dan karakteristik redaman.
Gaya dinamis adalah gaya yang bekerja secara tiba-tiba dan/atau kadang-kadang pada struktur. Pada umumya mempunyai karakterisitik besar dan lokasinya berubah dengan cepat. Deformasi pada struktur akibat beban ini juga berubah-ubah secara cepat. Gaya dinamis dapat menyebabkan terjadinya osilasi pada struktur hingga deformasi puncak tidak terjadi bersamaan dengan terjadinya gaya terbesar.

Contoh Beban Dinamis
  1. Getaran yang di-akibatkan oleh generator. 
  2. Getaran dijembatan yang diakibatkan oleh gerakan kendaraan. 
  3. Getaran yang di-akibatkan oleh suara yang keras, seperti mesin jet pesawat terbang. 
  4. Angin. Angin dengan kecepatan tinggi dan menerpa suatu struktur bangunan dapat diekivalenkan sebagai suatu gaya yang bekerja sekaligus menggetarkan struktur bangunan.
  5.  
  6. Beban Gelombang Air Laut. Gelombang air laut menimpa bangunan pantai seperti pemecah gelombang ( breakwater), dermaga dll. juga merupakan beban dinamik yang di-ekivalenkan suatu gaya yang bekerja pada bangunan-bangunan tersebut. Energi gelombang ini dapat disebabkan adanya tiupan angin yang kencang, maupun gempa bumi yang terjadi didasar laut dapat menimbulkan gelombang tsunami. 
  7. Gempa bumi. 
  8. Ledakan bahan peledak atau bom.

Read More »
15:51 | 0 komentar

Pembebanan pada Struktur Akibat Gaya Statis

Dalam melakukan analisis desain suatu struktur, perlu ada gambaran yang jelas mengenai perilaku dan besar beban yang bekerja pada struktur. Gambar 3.12, menunjukan diagram beban-beban yang harus diperhatikan dan cara untuk menentukan karakteristiknya. Perencanaan pembebanan di Indonesia diatur melalui SNI 03-1727-1989-F, Tata cara perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung.


Hal penting yang mendasar adalah pemisahan antara beban-beban yang bersifat statis dan dinamis. − a. Gaya statis adalah gaya yang bekerja secara terus-menerus pada struktur. Deformasi ini akan mencapai puncaknya apabila gaya statis maksimum.
b. Gaya dinamis adalah gaya yang bekerja secara tiba-tiba dan/atau kadang-kadang pada struktur. Pada umumya mempunyai karakterisitik besar dan lokasinya berubah dengan cepat. Deformasi pada struktur akibat beban ini juga berubah-ubah secara cepat. Gaya dinamis dapat menyebabkan terjadinya osilasi pada struktur hingga deformasi puncak tidak terjadi bersamaan dengan terjadinya gaya terbesar.

a) Gaya-gaya Statis 
 Gaya-gaya statis pada umumnya dapat dibagi lagi menjadi beban mati, beban hidup, dan beban akibat penurunan atau efek termal.
1. Beban Mati adalah beban-beban yang bekerja vertikal ke bawah pada struktur dan mempunyai karakteristik bangunan, seperti misalnya penutup lantai, alat mekanis, partisi yang dapat dipindahkan, adalah beban mati. Berat eksak elemen-elemen ini pada umumnya diketahui atau dapat dengan mudah ditentukan dengan derajat ketelitian cukup tinggi. Semua metode untuk menghitung beban mati suatu elemen adalah didasarkan atas peninjauan berat satuan material yang terlihat dan berdasarkan volume elemen tersebut. Berat satuan (unit weight) material secara empiris telah ditentukan dan telah banyak dicantumkan tabelnya pada sejumlah sumber untuk memudahkan perhitungan beban mati
2. Beban hidup adalah beban-beban yang bisa ada atau tidak ada pada struktur untuk suatu waktu yang diberikan. Meskipun dapat berpindah- pindah, beban hidup masih dapat dikatakan bekerja secara perlahan-lahan pada struktur. Beban penggunaan (occupancy loads) adalah beban hidup. Yang termasuk ke dalam beban penggunaan adalah berat manusia, perabot, barang yang disimpan, dan sebagainya
Dalam peraturan pembebanan Indonesia, beban hidup meliputi:
− Beban hidup pada lantai gedung
o Beban sudah termasuk perlengkapan ruang sesuai dengan kegunaan ruang yang bersangkutan, serta dinding pemisah ringan dengan berat tidak lebih 100 kg/m2. Beban untuk perlengkapan ruang yang berat harus ditentukan tersendiri.
o Beban tidak perlu dikalikan koefisien kejut
o Beban lantai untuk bangunan multi guna harus menggunakan beban terberat yang mungkin terjadi − Beban hidup pada atap bangunan o Untuk bagian atap yang dapat dicapai orang harus digunakan minimum sebesar 100 kg/m2 bidang datar
o Untuk beban akibat air hujan sebesar (40 – 0.8 α) kg/m2, dengan α adalah sudut kemiringan atap bila kurang dari 50°.
o Beban terpusat untuk pekerja dan peralatan pemadam kebakaran sebesar minimum 100 kg.
o Bagian tepi atap yang terkantilever sebesar minimum 200 kg.
o Pada bangunan tinggi yang menggunakan landasan helikopter diambil sebesar 200 kg/m2 .
3. Beban Akibat Penurunan Suhu (Sebagai beban Khusua)

Ada 5 macam pembebanan yaitu :
a. Beban mati (berat sendiri konstruksi dan bagian lain yang melekat)
b. Beban hidup (beban dari pemakaian gedung seperti rumah tinggal, kantor, tempat pertunjukkkan)
c. Beban angin (beban yang disebabkan oleh tekanan angin)
d. Beban gempa (beban karena adanya gempa)
e. Beban khusus (beban akibat selisih suhu, penurunan, susut dan sebagainya)

Berdasarkan wujudnya beban tersebut dapat diidealisasikan sebagai
(1) beban terpusat,simbol P
(2) beban terbagi merata, simbol q
(3) beban tak merata (beban bentuk segitiga, trapesium dsb).
Beban-beban ini membebani konstruksi (balok, kolom, rangka, batang dsb) yang juga diidealisasikan sebagai garis sejajar dengan sumbunya.

Beban terpusat adalah beban yang titik singgungnya sangat kecil yang dalam batas tertentu luas bidang singgung tersebut dapat diabaikan. Sebagai contoh beban akibat tekanan roda mobil atau motor, pasangan tembok setengah batu di atas balok, beton ataupun baja dsb.


Beban merata adalah beban yang bekerja menyentuh bidang konstruksi yang cukup luas yang tidak dapat diabaikan. Beban ini dinyatakan dalam satuan Newton/meter persegi ataupun newton per meter atau yang sejenisnya. Pada gambar tertulis 5ton/m. Bahwa setiap panjang 1meter terdapat berat 5ton


Beban tidak merata dapat berupa beban berbentuk segitiga baik satu sisi maupun dua sisi, berbentuk trapesium dsb. Satuan beban ini dalam newton per meter pada bagian beban yang paling besar.



Diambil dari : Struktur Bangunan (Dian Ariestadi)

Read More »
14:08 | 0 komentar

Kriteria Desain Struktur

Sumber Gambar : KKK Blogger

Bab ini menjelaskan tentang kriteria desain serta keterangan umum perencanaan struktur sebagai acuan Perencana Struktur dalam melakukan pekerjaan desain struktur. Kriteria desain menjelaskan secara singkat mengenai peraturan-peraturan, standar-standar yang digunakan, asumsi pembebanan, jenis dan mutu bahan/ material struktur, sistem struktur atas dan struktur bawah/pondasi, analisa/modelisasi struktur, anggapan-anggapan yang digunakan.
Untuk melakukan desain dan analisis struktur perlu ditetapkan kriteria yang dapat digunakan untuk menentukan bahwa struktur sesuai dengan manfaat penggunaannya. Beberapa kriteria desain struktur:
a) Kemampuan Layan (Serviceability)
Struktur harus mampu memikul beban rancangan secara aman, tanpa kelebihan tegangan pada material dan mempunyai batas deformasi dalam batas yang diizinkan. Kemampuan layan meliputi:
− Kriteria kekuatan yaitu pemilihan dimensi serta bentuk elemen struktur pada taraf yang dianggap aman sehingga kelebihan tegangan pada material (misalnya ditunjukkan adanya keratakan) tidak terjadi.
− Variasi kekakuan struktur yang berfungsi untuk mengontrol deformasi yang diakibatkan oleh beban. Deformasi merupakan perubahan bentuk bagian struktur yang akan tampak jelas oleh pandangan mata, sehingga sering tidak diinginkan terjadi. Kekakuan sangat tergantung pada jenis, besar, dan distribusi bahan pada sistem struktur. Untuk mencapai kekakuan struktur seringkali diperlukan elemen struktur yang cukup banyak bila dibandingkan untuk memenuhi syarat kekuatan struktur.
− Gerakan pada struktur yang juga berkaitan dengan deformasi. Kecepatan dan percepatan aktual struktur yang memikul beban dinamis dapat dirasakan oleh pemakai bangunan, dan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Pada struktur bangunan tinggi terdapat gerakan struktur akibat beban angin. Untuk itu diperlukan kriteria mengenai batas kecepatan dan percepatan yang diizinkan. Kontrol akan tercapai melalui manipulasi kekakuan struktur dan karakteristik redaman.
b) Efisiensi
Kriteria efisiensi mencakup tujuan untuk mendesain struktur yang relatif lebih ekonomis. Indikator yang sering digunakan pada kriteria ini adalah jumlah material yang diperlukan untuk memikul beban. Setiap sistem struktur dapat memerlukan material yang berbeda untuk memberikan kemampuan layan struktur yang sama. Penggunaan volume yang minimum sebagai kriteria merupakan konsep yang penting bagi arsitek maupun perencana struktur.
c) Konstruksi
Tinjauan konstruksi juga akan mempengaruhi pilihan struktural. Konstruksi merupakan kegiatan perakitan elemen-elemen atau material-material struktur. Konstruksi akan efisien apabila materialnya mudah dibuat dan dirakit. Kriteria konstruksi sangat luas mencakup tinjauan tentang cara atau metode untuk melaksanakan struktur bangunan, serta jenis dan alat yang diperlukan dan waktu penyelesaian. Pada umumnya perakitan dengan bagian-bagian yang bentuk dan ukurannya mudah dikerjakan dengan peralatan konstruksi yang ada merupakan hal yang dikehendaki. d) Ekonomis
Harga merupakan faktor yang menentukan pemilihan struktur. Konsep harga berkaitan dengan efisiensi bahan dan kemudahan pelaksanaannya. Harga total seuatu struktur sangat bergantung pada banyak dan harga material yang digunakan, serta biaya tenaga kerja pelaksana konstruksi, serta biaya peralatan yang diperlukan selama pelaksanaan.
e) Lain-lain
Selain faktor yang dapat diukur seperti kriteria sebelumnya, kriteria relatif yang lebih subyektif juga akan menentukan pemilihan struktur. Peran struktur untuk menunjang tampilan dan estetika oleh perancang atau arsitek bangunan termasuk faktor yang juga sangat penting dalam pertimbangan struktur.

Read More »
10:37 | 0 komentar

Materi 1: Elemen Struktur Utama


Bangunan atau gedung tersusun dari beberapa elemen, elemen horizontal dan vertikal terutama adalah berkaitan dengan stuktur. Terkait dengan stuktur terdapat beberapa elemen utama yaitu:

a) Balok dan Kolom 
Struktur yang dibentuk dengan cara meletakkan elemen kaku horisontal di atas elemen kaku vertikal. Elemen horisontal (balok) memikul beban yang bekerja secara transversal dari panjangnya dan menyalurkan beban tersebut ke elemen vertikal (kolom) yang menumpunya. Kolom dibebani secara aksial oleh balok, dan akan menyalurkan beban tersebut ke tanah.


Kolom utama (struktur) adalah kolom yang fungsi utamanya menyanggah beban utama yang berada diatasnya. Untuk rumah tinggal disarankan jarak kolom utama adalah 3.5 m, agar dimensi balok untuk menompang lantai tidak tidak begitu besar, dan apabila jarak antara kolom dibuat lebih dari 3.5 meter, maka struktur bangunan harus dihitung. Sedangkan dimensi kolom utama untuk bangunan rumah tinggal lantai 2 biasanya dipakai ukuran 20/20, dengan tulangan pokok 8d12mm, dan begel d 8-10cm ( 8 d 12 maksudnya jumlah besi beton diameter 12mm 8 buah, 8 – 10 cm maksudnya begel diameter 8 dengan jarak 10 cm)
Kolom Praktiskolom yang berpungsi membantu kolom utama dan juga sebagai pengikat dinding agar dinding stabil, jarak kolom maksimum 3,5 meter, atau pada pertemuan pasangan bata, (sudut-sudut).
Balok akan melentur sebagai akibat dari beban yang bekerja secara transversal, sehingga balok sering disebut memikul beban secara melentur. Kolom tidak melentur ataupun melendut karena pada umumnya mengalami gaya aksial saja. Pada suatu bangunan struktur balok dapat merupakan balok tunggal di atas tumpuan sederhana ataupun balok menerus. Pada umumnya balok menerus merupakan struktur yang lebih menguntungkan dibanding balok bentangan tunggal di atas dua tumpuan sederhana. 

b) Rangka 
Struktur rangka secara sederhana sama dengan jenis balok-tiang (post-and-beam), tetapi dengan aksi struktural yang berbeda karena adanya titik hubung kaku antar elemen vertikal dan elemen horisontalnya. Kekakuan titik hubung ini memberi kestabilan terhadap gaya lateral. Pada sistem rangka ini, balok maupun kolom akan melentur sebagai akibat adanya aksi beban pada struktur. Pada struktur rangka panjang setiap elemen terbatas, sehingga biasanya akan dibuat dengan pola berulang. 


Menurut Benny Puspantoro, Akademisi Arsitektur Unika Atma Jaya dalam bukunya “Konstruksi Bangunan Gedung Tidak Bertingkat” menyimpulkan, setidaknya terdapat empat syarat yang harus diperhatikan dalam membuat rangka bangunan:
1. Rangka bangunan harus mempertimbangkan kestabilan yang mantap, untuk memberikan bentuk yang permanen dan mampu mendukung konstruksi atap rumah.
2. Rangka bangunan bisa memberikan keindahan yang anggun dan artistik.
3. Rangka bangunan dapat memberikan kenyamanan tinggal bagi penghuninya.
4. Rangka bangunan menggunakan bahan yang banyak terdapat di lokasi pekerjaan, agar harga bangunannya menjadi murah.
Untuk bangunan rumah tidak bertingkat yang dinding-dinding penyekatnya dari pasangan bata, harus diberi perkuatan konstruksi beton bertulang praktis, seperti balok sloof, kolom praktis dan balok atas (balok keliling, ringbalk).
c) Rangka Batang 
Rangka batang (trusses) adalah struktur yang dibuat dengan menyusun elemen linier berbentuk batang-batang yang relatif pendek dan lurus menjadi pola-pola segitiga. Rangka batang yang terdiri atas elemenelemen diskrit akan melendut secara keseluruhan apabila mengalami pembebanan seperti halnya balok yang terbebani transversal. Setiap elemen batangnya tidak melentur tetapi hanya akan mengalami gaya tarik atau tekan saja. 

d) Dinding dan Plat 

Pelat datar dan dinding adalah struktur kaku pembentuk permukaan.Suatu dinding pemikul beban dapat memikul beban baik beban yang bekerja dalam arah vertikal maupun beban lateral seperti beban angin maupun gempa. Jika struktur dinding terbuat dari susunan material kecil seperti bata, maka kekuatan terhadap beban dalam arah tegak lurus menjadi sangat terbatas. Struktur pelat datar digunakan secara horisontal dan memikul beban sebagai lentur dan meneruskannya ke tumpuan. Struktur pelat dapat terbuat dari beton bertulang ataupun baja. Pelat horisontal dapat dibuat dengan pola susunan elemen garis yang kaku dan pendek, dan bentuk segitiga tiga dimensi digunakan untuk memperoleh kekakuan yang lebih baik. Struktur pelat dapat berupa pelat lipat (folded plate) yang merupakan pelat kaku, sempit, panjang, yang digabungkan di sepanjang sisi panjangnya dan digunakan dengan bentang horizontal.

Latihan Soal;



Klik Disini untuk Lihat RPP

Evaluasi:


Read More »
04:28 | 0 komentar

Perencanaan Matang Sebuah Rumah

Perencanaan sebuah rumah banyak sekali yang harus diperhatikan. Tahapan-tahapan tersebut sebaiknya diperhitungkan secara matang dan benar. Perhitungan matang ini menghindari penyesalan jika rumah tersebut telah dibangun. Mulai jumlah kamar (disesuaikan dengan Jumlah penghuni), sirkulasi udara dan sebagainya. 
1. Menentukan persentase luas lahan yang akan dibangun. Ini terkait dengan garis sepadan bangunan dan luas halaman yang anda inginkan. Idealnya setiap rumah memiliki halaman sebagai resapan dan menciptakan sirkulasi udara yang baik. Dukung program satu orang satu pohon untuk kelestarian bumi kita…..go green go!!!….. 
2. Sesuaikan kebutuhan ruangan dengan ketersediaan lahan.. Fenomena yang umum terjadi di kota besar adalah keterbatasan lahan dan tingginya harga tanah. Namun kebutuhan ruang sering kali tak dapat ditunda. Solusinya adalah membangun rumah bertingkat. 
3. Membuat Denah Rumah. Ini tahapan penting yang membutuhkan waktu dan kecermatan. Diskusikan dengan anggota keluarga jika perlu. Siapa tau kita bisa mendapatkan ide ide segar. 
Untuk rumah yang lebih besar mintalah bantuan Arsitek. Mereka mempunyai keahlian khusus untuk memadukan unsur keamanan, kenyamanan, estetika dan legalitas dalam paduan yang seimbang.
 4. Tentukan gaya rumah anda. Ini menentukan tampilan fasade, warna dan material finishing. Mungkin anda suka dengan gaya minimalis, klasik, country, mediterenian atau gaya bebas yang anda ciptakan sendiri. 
 5. Memilih material bangunan. Material akan menentukan biaya yang dibutuhkan. Kita tentunya menginginkan material yang bagus dengan harga yang murah. Tentunya ini sulit dan membutuhkan keahlian untuk menyiasatinya. 
6. Membuat Rencana Anggaran Biaya Pembangunan. Secara garis besar biaya untuk pembangunan rumah terdiri atas biaya bahan bangunan dan upah pekerja. Bagi kontraktor yang berpengalaman biaya bisa dihitung secara kasar per m2. 
Misalnya 2,5 juta/m2 yang sudah termasuk upah pekerja dan material. 
7. Membuat Ijin Mendirikan Bangunan. IMB tidak hanya ditujukan untuk mendirikan bangunan baru tetapi juga untuk merenovasi, memperbaiki, menambah atau mengubah suatu bangunan. 
8. Jadwalkan pekerjaan pembangunan rumah anda. Buatlah target pelaksanaan pekerjaan sesuai kebutuhan. Perhatikan juga faktor cuaca. Udara lembab pada musim hujan dapat menimbulkan banyak masalah. Tahap Perencanaan menentukan kelancaran pelaksanaan pekerjaan pembangunan rumah anda. Banyak terjadi karena perencanaan yang tidak matang terjadi bongkar pasang pada pelaksanaan. Waktu menjadi molor dan biayapun membengkak. Pastikan perencanaan yang matang sebelum melanjutkan ke tahap pelaksanaan.

Read More »
07:28 | 0 komentar

Menambah Sekolah Penugasan,Pada Takola


Memilih Sekolah penugasan yang akan kita survey pada Manajemen Takola SD. Pada dashboard klik petugas< Klik SD Penugasan<Klik nama Petugas,misal diatas Suminto..maka akan muncul nama2 SD dibawahnya.

Read More »
03:10 | 2 komentar

Menghitung Kebutuhan Bahan dalam Item Pekerjaan

RAB (Rencana Anggaran Biaya) sangat penting dalam setiap pekerjaan/kegiatan. Kegiatan apapun pasti sangat membutuhkan estimasi pembiayaan. Apalagi dalam sebuah kegiatan konstruksi/pembangunan baik rumah,gedung maupun lainnya.
Perhitungan tersebut haruslah teliti karena salah-salah kita bisa masuk bui. Mark Up dan istilah lain. Pada kali ini akan dibahas mengenai cara menghitung jumlah PC (portlant cement) pada pekerjaan pemasangan dinding batu bata.Jadi berapa Zak semen yang harus disediakan pada pembangunan/pemasangan dinding tersebut.
Contoh:
Kita akan membangun dinding dengan ukuran pada gambar dibawah ini.


Berapa zak jumlah semen yang dibutuhkan dalam pembuatan dinding diatas?


Hal-hal yang harus diperhatikan:
-Dihitung terlebih dahulu jumlah volumenya (luas dindingnya, 3 x 3 = 9 2)
-Daftar koefisien untuk bahan dan upah
-Analisa harga


Jawab:
Diketahui:
- Luas dinding = 9m2
- Koefisien bahan PC pada pekerjaan pemasangan dinding bt bata = 18,95 kg (pada 12 pasangan batu bata dibutuhkan 18,95)

Maka jumlah PC = 9 x 18,95       = 170,55 kg
           
1 zak = 50 kg, yang dibutuhkan  = 170,55 /50 = 3,44 = 4 zak.




Read More »
17:11 | 0 komentar

Perencanaan Interior Ruang Tamu

Efektivitas Ruang Tergantung Pada Fungsi yang tepat
Cita rasa perencana(baca:Arsitek) sangat menentukan
bentuk dan situasi sebuah ruang. Dari pilihan warna, pilihan meubeler atau perangkat sofa, lantai dan penggunaan denah ruangan. Berikut beberapa contoh perencanaan ruang (interior) untuk ruang tamu yang sangat sederhana. Kesederhanaan ini wujud dari cita rasa seorang perencana dengan kesederhanaannya. 
Unsur kreatifitas? Kreatifitas sebenarnya bergantung pada fungsinya jika sebuah fungsi ruang tidak efektif maka sebagus apapun bentuknya akan mubadzir.






Read More »
04:29 | 0 komentar

Memadukan Berbagai Gaya Desain Rumah

Memadukan Gaya Desain Rumah Klasik dan Minimalis


Penggunaan perabot Klasik dan minimalis
Penggunaan perabot Klasik

Memadukan perpaduan beberapa gaya desain rumah akan sangat menambah performa rumah menjadi lengkap. Perpaduan ini sangat tergantung dari perencana/arsitek dan tentunya mendapat persetujuan dari owner.

Ciri-cirinya rumah gaya desan minimalis dan Klasik

Ciri-cirinya rumah gaya desan minimalis adalah bentuk-bentuk simetris dan pengunaan warna abu-abu, putih, hitam dan merah atau orange, untuk warna eksteriornya. Salah satu ciri yang lebih kentara adalah penggunaan pagar tralis menggunakan besi holo.

Sementara untuk rumah gaya desain klasik ciri-cirinya adalah Ornamen-ornamen ukiran yang rumit dan detail, langit-langit yang tinggi, kusen yang panjang/tinggi.Juga penggunaan perabot yang antik atau klasik.
Penggunaan Audio-Visual




Read More »
17:07 | 0 komentar

Membuat Block Pada AutoCAD

Untuk mempercepat penggambaran salah satu cara adalah dengan menggunakan gambar yang sama/ sudah ada dengan memasukannya menjadi bentuk BLOCK.
Gambar bentuk block adalah gambar yang telah menjadi satu objeck. Misalnya gambar tentang notasi jendela, pintu, taman, meja, kursi dan perabot lainnya.
Pada kesempatan ini dibahas cara membuat block KOP Gambar.
Langkah-langkahnya:
1. Gambar terlebih dahulu KOP Gambar yang akan dipakai.

2. Gabungkan Kop Gambar tadi dengan cara select all, kecuali judul gambar
3. Ketik B enter


4. Ketik Nama Block pada Name, kemudian klik Select object. Klik Object gambar (Kop Gambar tadi) yang sudah menjadi satu kesatuan. Tekan enter. Maka akan menuju menu berikut.

5. Klik Pick point, Klik pada bagian tertentu dari gambar tadi, misalkan titik A, Klik OK.






Read More »
11:11 | 2 komentar

Edit Skala With Dimension Style Manajer

Untuk menentukan skala yang digunakan pada penggambaran dengan AutoCAD ada beberapa cara diantaranya dengan penentuan scale factor. Pada kesempatan ini dengan menggunakan cara yang berbeda yaitu dengan Dimension Style Manajer.


Langkah-langkahnya :
1. Ketik d, maka muncul gambar diatas.
2. Ketik New, dan ketik 1-20


3. Klik Continue


4. Pengaturan pada Text, pada area Text hight ketikan angka 4 dan pada Offset from dim line isikan nilai 1/4 dari Text hight yaitu nilai 1, sementara nilai yang lainya diberi nilai 1/2 atau bernilai 2.


Read More »
10:43 | 3 komentar

Menggambar Pondasi Dengan Perintah STRETCH

Menggambar pondasi dengan perintah Stretch pada AutoCAD akan mempercepat dan memudahkan kita dalam menggambarnya.
Langkah-langkahnya:
1. Ketik s enter, maka akan ditampilkan jendela menu berikut :


sebelumnya telah digambar segi empat dengan ukuran misal 70x 70 cm

2. Pilih ujung yang akan di geser seperti gambar dibawah, enter

 3. Klik ujung gambar tersebut drug kearah yang diinginkan masukan nilai 20

demikian arah baliknya sehingga menjadi gambar dibawah ini.



Read More »
10:30 | 0 komentar